<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>

<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
	<channel>
		<title>Sempoi.Org - Islamic Religious Knowledge</title>
		<link>http://www.sempoi.org/forum/</link>
		<description><![CDATA[Share your knowledge about islamic. dont be stingy with everything u've known]]></description>
		<language>en</language>
		<lastBuildDate>Sat, 25 May 2013 18:22:08 GMT</lastBuildDate>
		<generator>vBulletin</generator>
		<ttl>60</ttl>
		<image>
			<url>http://www.sempoi.org/forum/images/metro/blue/misc/rss.png</url>
			<title>Sempoi.Org - Islamic Religious Knowledge</title>
			<link>http://www.sempoi.org/forum/</link>
		</image>
		<item>
			<title>SIAPAKAH Yang Akan Mendoakan Kita Nanti?</title>
			<link>http://www.sempoi.org/forum/islamic-religious-knowledge/19120-siapakah-yang-akan-mendoakan-kita-nanti.html</link>
			<pubDate>Sun, 19 May 2013 16:22:31 GMT</pubDate>
			<description>Seorang pengarah yang berjaya, jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Seorang pengarah yang berjaya, jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh. Seorang malaikat menghampiri si pengarah yang terbaring tak berdaya.<br />
Malaikat memulakan pembicaraan, Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu berertinya kau akan meninggal dunia!<br />
<br />
Kalau hanya mencari 50 orang, itu sangat mudah.’kata si pengarah ini dengan yakinnya. Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan bangganya si pengarah bertanya, Apakah esok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah pekerja aku punya lebih dari 1000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan perkara susah.<br />
<br />
Dengan lembut si Malaikat berkata, Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 minit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.<br />
Tanpa menunggu reaksi dari si pengarah, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang isteri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putera puterinya yang berdoa dengan khusuk dan nampak ada titisan air mata di pipi mereka.<br />
<br />
<br />
Kata Malaikat, Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu kerana doa isterimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhan mu. Kembali terlihat dimana si isteri sedang berdoa jam 2:00 subuh, Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam kerjanya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk populariti dan menaikkan namanya saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu.<br />
<br />
<br />
Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau berikan pada kami, mereka masih memerlukan seorang ayah. Hambamu ini tidak mampu membesarkan mereka seorang diri. Dan setelah itu isterinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan cengkung karena kurang rehat.<br />
Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengarah ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahawa dia bukanlah suami yang baik. Dan bukan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. . Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta isteri dan anak-anak padanya. Waktu terus berlalu, waktu yang dia miliki hanya 10 minit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengarah ini, penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 minit ada yang berdoa 47 orang!<br />
<br />
<br />
Dengan sedihnya dia bertanya, Apakah diantara pekerjaku, kaum kerabatku, teman kerja ku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku? Jawab si Malaikat, Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak ikhlas. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu mementingkan diri, sombong, mengainaya pekerja, kejam, ego dan bukanlah pihak atasan yang baik. Bahkan kau sanggup memecat pekerja yang tidak bersalah dan yang tidak setimpal dengan kesalahannya. Si pengarah tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si isteri yang setia menjaganya sepanjang malam.<br />
<br />
<br />
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kerusi hospital dan si isteri yang kelihatan lelah juga tertidur di kerusi sambil memangku si bongsu. Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalan mu!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00. Dengan hairan dan tidak percaya, si pengarah bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.<br />
<br />
<br />
Bukankah itu Pusat Asuhan Anak Yatim? kata si pengarah perlahan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari populariti saja dan untuk menarik perhatian kerajaan dan pelawat luar negeri. Pagi tadi, salah seorang anak pusat asuhan tersebut membaca di surat khabar bahawa seorang pengarah terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU.<br />
Setelah melihat gambar di surat khabar dan yakin kalau orang yang sedang koma adalah kamu, orang yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak yatim pusat asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.<br />
<br />
Doa sangat besar kuasanya. Kita malas. Tidak ada waktu. Beban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita fikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan memerlukan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.<br />
<br />
<br />
Di saat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita boleh melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi. Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain…. Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain. Kerana pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan fizikal dan hartanya, tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan perlahan, ‘Ya TUHAN saya mencintai-MU dan memerlukan-MU, datang dan terangilah hati kami sekarang…! !!</div>

]]></content:encoded>
			<category domain="http://www.sempoi.org/forum/islamic-religious-knowledge/">Islamic Religious Knowledge</category>
			<dc:creator>Dak</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.sempoi.org/forum/islamic-religious-knowledge/19120-siapakah-yang-akan-mendoakan-kita-nanti.html</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Jadilah Seprti Aliyah (MUST READ!!!!!!!!)</title>
			<link>http://www.sempoi.org/forum/islamic-religious-knowledge/19118-jadilah-seprti-aliyah-must-read.html</link>
			<pubDate>Sun, 19 May 2013 16:13:45 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[**KISAH SEDIH** 
 
 
"Sayang, Abang minta izin untuk nikah sorang lagi," Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika. 
 
 
Mungkin terkedu....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>**KISAH SEDIH**<br />
<br />
<br />
&quot;Sayang, Abang minta izin untuk nikah sorang lagi,&quot; Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika.<br />
<br />
<br />
Mungkin terkedu. Adakah pendengarannya kian kabur lantaran usianya yang kian beranjak.<br />
Adakah dialog tadi hanya dilafazkan di dalam TV, sementelah TV juga dipasang.<br />
Tapi, ahh bukanlah. TV sedang menayangkan iklan Sunsilk, mustahil sudah ada siri baru iklan Sunsilk?<br />
Dia menghela nafas panjang.<br />
Dia memandang sekali imbas wajah Asraf Mukmin, kemudian tersenyum.<br />
Meletakkan kain yang telah siap dilipat di tepi, bangun lantas menuju ke dapur. Langkahnya diatur tenang.<br />
Segelas air sejuk diteguk perlahan. Kemudian dia ke bilik Balqis, Sumayyah, Fatimah. Rutin hariannya, mencium puteri-puterinya sebelum dia masuk tidur.<br />
Buat Lelaki, tanamkan sifat belas dan kasihan kepada wanita yang lemah<br />
Dahulu, semasa puterinya kecil lagi, rutin itu dilakukan dengan suaminya.<br />
Kini, anak-anak kian beranjak remaja dan kemudian, dia menjenguk bilik putera bujangnya yang berdua, si kembar, Solehin dan Farihin, lalu pengabisannya dia kembali kepada suaminya.<br />
Asraf Mukmin hanya diam, membatu diri. Dia amat mengenali isterinya. Jodoh yang diatur keluarga hampir 16 tahun yang lepas menghadiahkan dia sebuah keluarga yang bahagia, Aliyah adalah ikon isteri solehah.<br />
<br />
<br />
Namun, kehadiran Qistina, gadis genit yang menjawat jawatan pembantu tadbir kesetiausahaan di jabatannya benar-benar membuatkan dia lemah.<br />
&quot;Kau mampu Asraf, dengan gaji kau, aku rasa kau mampu untuk beri makan 2 keluarga,&quot; sokongan Hanif, teman sepejabat menguatkan lagi hujah apabila dia berdepan dengan Aliyah.<br />
&quot;Abang Asraf, Qis tak kisah. Qis sanggup bermadu jika itu yang ditakdirkan. Bimbinglah Qis, Qis perlukan seseorang yang mampu memimpin Qis,&quot; masih terngiang-ngiang bicara lunak Qis.<br />
<br />
<br />
Akhir-akhir ini, panas rasanya punggung dia di rumah.<br />
Pagi-pagi, selesai solat subuh, cepat-cepat dia bersiap untuk ke pejabat.<br />
Tidak seperti kelaziman, dia akan bersarapan berjemaah bersama isteri dan anak- anak.<br />
Aduhai, penangan Qis gadis kelahiran Bumi Kenyalang benar-benar menjerat hatinya.<br />
&quot;Abang , Aliyah setuju dengan permintaan Abang. Tapi, Aliyah nak berjumpa dengan wanita tu,&quot; Lembut dan tenang sayup-sayup suara isterinya.<br />
Dia tahu, Aliyah bukan seorang yang panas baran.<br />
<br />
Aliyah terlalu sempurna, baik tetapi ahh hatinya kini sedang mengilai wanita yang jauh lebih muda.<br />
&quot;Bawa dia ke sini, tinggalkan dia bersama Aliyah selama 1 hari saja, boleh?&quot; pelik benar permintaan isterinya.<br />
Hendak dipengapakan apakah buah hatinya itu? Namun, tanpa sedar dia menganguk, tanda setuju.<br />
Sebab, dia yakin isterinya tidak akan melakukan perkara yang bukan-bukan.<br />
Dan hakikatnya dia seharusnya bersyukur. Terlalu bersyukur.<br />
Kalaulah isterinya itu wanita lain, alamatnya perang dunia meletus lah jawabnya. Melayanglah periuk belanga.<br />
Ehhh, itu zaman dulu-dulu. Zaman sekarang ni, isteri-isteri lebih bijak.<br />
Buat Wanita, belajarlah untuk setia kepada hanya seorang manusia iaitu suami.<br />
<br />
Teringat dia kisah seorang tentera yang disimbah dengan asid, gara-gara menyuarakan keinginan untuk menambah cawangan lagi satu.<br />
Kecacatan seumur hidup diterima sebagai hadiah sebuah perkahwinan yang tidak sempat dilangsungkan. Dan dia, hanya senyuman daripada Aliyah.<br />
&quot;Apa, nak suruh Qis jumpa dengan isteri Abang,&quot; terjegil bulat mata Qis yang berwarna hijau. &quot;Kak Aliyah yang minta,&quot; masih lembut dia memujuk Qis.<br />
&quot;Biar betul, apa dia nak buat dengan Qis?&quot; &quot;Takutlah Qis, silap haribulan dia bunuh Qis!&quot; terkejut Asraf Mukmin.<br />
&quot;Percayalah Qis, Aliyah bukan macam tu orangnya. Abang dah lama hidup dengannya. Abang faham,&quot; Qistina mengalih pandangannya.<br />
Mahu apakah bakal madunya berjumpa dengannya? Dia sering disogokkan dengan pelbagai cerita isteri pertama membuli isteri kedua.<br />
Heh, ini Qistina lah, jangan haraplah jika nak membuli aku.. Desis hati kecil Qistina.<br />
Hari ini genap seminggu Qistina bercuti seminggu.<br />
<br />
Seminggu jugalah dia merindu. Puas dicuba untuk menghubungi Qistina, namun tidak berjaya.<br />
Rakan serumah menyatakan mereka sendiri tidak mengetahui ke mana Qistina pergi. Genap seminggu juga peristiwa dia menghantar Qistina untuk ditemuduga oleh Aliyah.<br />
Sedangkan dia diminta oleh Aliyah bermunajat di Masjid Putra.<br />
Di masjid itu, hatinya benar-benar terusik. Sekian lamanya dia tidak menyibukkan dirinya dengan aktiviti keagamaan di Masjid Putra.<br />
Dulu, sebelum dia mengenali Qistina, saban malam dia akan bersama dengan Aliyah serta anak-anaknya, berjemaah dengan kariah masjid dan kemudiannya menghadiri majlis kuliah agama.<br />
<br />
Membaca Al-Quran secara bertaranum itu adalah kesukaannya.<br />
Namun, lenggok Qistina melalaikannya. Haruman Qistina memudarkan bacaan taranumnya. Hatinya benar-benar sunyi. Sunyi dengan tasbih, tasmid yang sering dilagukan.<br />
Seharian di Masjid Putra, dia cuba mencari dirinya, Asraf Mukmin yang dulu. Asraf Mukmin anak Imam Kampung Seputih. Asraf Mukmin yang asyik dengan berzanji.<br />
Menitis air matanya. Hatinya masih tertanya-tanya, apakah yang telah terjadi pada hari itu.<br />
Aliyah menunaikan tanggungjawabnya seperti biasa. Tiada kurangnya layanan Aliyah.<br />
Mulutnya seolah-olah terkunci untuk bertanya hal calon madu Aliyah.<br />
Tit.. tit... sms menjengah masuk ke kantung inbox hensetnya. &quot;Qis minta maaf. Qis bukan pilihan terbaik utk Abang jadikan isteri. Qis tidak sehebat Kak Aliyah. Qis perlu jadikan diri Qis sehebatnya untuk bersama Abang.&quot;<br />
Dibawah hensetnya, ada sekeping sampul besar.<br />
Kepada: Asraf Mukmin, Suami yang tersayang...<br />
Asraf Mukmin diburu kehairanan. Sampul berwarna cokelat yang hampir saiz dengan A4 itu dibuka perlahan.<br />
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani.<br />
Salam sejahtera buat suami yang tercinta, moga redhaNya sentiasa mengiringi jejak langkahmu. Abang yang dikasihi, genap seminggu sesi temuduga yang Aliyah jalankan pada Qistina.<br />
Terima kasih kerana Abang membawakan Aliyah seorang calon madu yang begitu cantik. Di sini Aliyah kemukakan penilaian Aliyah.<br />
01. Dengan ukuran badan ala-ala model, dia memang mengalahkan Aliyah yang sudah tidak nampak bentuk badan. Baju- bajunya memang mengikut peredaran zaman. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tak sanggup Abang diheret ke neraka kerana menanggung dosa. Sedangkan dosa Abang sendiri pun, masih belum termampu untuk dijawab di akhirat sana , apatah lagi Abang nak menggalas dosa org lain. Aliyah sayangkan Abang...<br />
<br />
02. Aliyah ada mengajak dia memasak. Memang pandai dia masak, apatah lagi western food. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tahu selera Abang hanya pada lauk pauk kampung. Tapi tak tahulah pula Aliyah kalau-kalau selera Abang sudah berubah. Tapi, Aliyah masih ingat lagi, masa kita sekeluarga singgah di sebuah restoran western food, Abang muntahkan semua makanan western food tu. Lagi satu, anak-anak kita semuanya ikut selera ayah mereka. Kesian nanti, tak makan la pula anak-anak kita. Aliyah sayangkan Abang...<br />
<br />
03. Aliyah ada mengajak dia solat berjemaah. Kelam kabut dibuatnya. Aliyah minta dia jadi Imam. Yelah, nanti dia akan menjadi ibu pada zuriat Abang yang lahir, jadinya Aliyah harapkan dia mampu untuk mengajar anak-anak Abang untuk menjadi imam dan imamah yang beriman. Tapi, kalau dia sendiri pun kelam kabut memakai telekung... Aliyah sayangkan Abang...<br />
Abang yang disayangi, cukuplah rasanya penilaian Aliyah. Kalau diungkap satu persatu, Aliyah tak terdaya. Abg lebih memahaminya. Ini penilaian selama 1 hari, Abang mungkin dapat membuat penilaian yang jauh lebih baik memandangkan Abang mengenalinya lebih dari Aliyah mengenalinya.<br />
Abang yang dicintai, di dalam sampul ini ada borang keizinan berpoligami. Telah siap Aliyah tandatangan. Juga sekeping tiket penerbangan MAS ke Sarawak.<br />
Jika munajat Abang di Masjid Putra mengiayakan tindakan Abang ini, ambillah borang ini, isi dan pergilah kepada Qistina.<br />
Oh ya, lupa nak cakap, Qistina telah berada di Sawarak. Menunggu Abang... Aliyah sayangkan Abg...<br />
Tetapi jika Abg merasakan Qistina masih belum cukup hebat untuk dijadikan isteri Abang, pergilah cari wanita yang setanding dengan Aliyah... Aliyah sayangkan Abg.<br />
Tetapi, jika Abg merasakan Aliyah adalah isteri yang hebat untuk Abang.. tolonglah bukakan pintu bilik ni. Aliyah bawakan sarapan kegemaran Abang, roti canai.. air tangan Aliyah.</div>

]]></content:encoded>
			<category domain="http://www.sempoi.org/forum/islamic-religious-knowledge/">Islamic Religious Knowledge</category>
			<dc:creator>Dak</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.sempoi.org/forum/islamic-religious-knowledge/19118-jadilah-seprti-aliyah-must-read.html</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Peranan suami ketika isteri mengandung</title>
			<link>http://www.sempoi.org/forum/islamic-religious-knowledge/18692-peranan-suami-ketika-isteri-mengandung.html</link>
			<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 02:18:11 GMT</pubDate>
			<description>Image: http://i.imgur.com/D3lTo6s.jpg  
 
1. Suami hendaklah banyak bertaubat kepada Allah SWT. 
 
2. Banyak membaca Al-Quran dan mengharapkan agar...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><div style="text-align: center;"><img src="http://i.imgur.com/D3lTo6s.jpg" border="0" alt="" /></div><br />
1. Suami hendaklah banyak bertaubat kepada Allah SWT.<br />
<br />
2. Banyak membaca Al-Quran dan mengharapkan agar anak yang ada dalam kandungan isteri akan memahami keinginan baik yang terkandung dalam Al-Quran tersebut.<br />
<br />
3. Suami hendaklah banyak berpuasa sunat, Isnin dan Khamis dll.<br />
<br />
4. Suami hendaklah rajin mengerjakan solah berjemaah.<br />
<br />
5. Elakkan pergi ke tempat yang tidak dibenarkan syarak.<br />
<br />
6. Rajin menghadiri majlis ilmu dan orang-orang soleh.<br />
<br />
7. Suami hendaklah banyak bersabar dalam menjalin hubungan dengan isteri.<br />
<br />
8. Dilarang memakan benda-benda haram, begitu juga dilarang memberi isteri rezeki yang tidak halal, rasuah serta wang riba.<br />
<br />
9. Banyak membaca doa keselamatan isteri yang sedang mengandung dan keselamatan anak dalam kandungan.<br />
<br />
10. Dilarang membuka aurat kerana dikuatiri mempengaruhi akhlak anak yang akan lahir nanti.<br />
<br />
11. Suami hendaklah menjauhi diri daripada marah dan benci pada isteri.<br />
<br />
12. Banyak membaca surah Al Fatihah, Luqman, Yasin, Yusuf, Surah An Nahl ayat 78, surah Al A’raf ayat 189 dan ayat Kursi.<br />
<br />
ADAB SUAMI KETIKA ISTERI MENGANDUNG<br />
<br />
Ketika isteri mengandung, suami hendaklah benar-benar bertanggungjawab terhadap isteri kerana perasaan isteri sangat sensitif pada saat itu. Ia sangat memerlukan perhatian daripada suami yang disayanginya. Ada beberapa perkara yang perlu suami lakukan terhadap isteri yang sedang mengandung :<br />
<br />
1.Suami hendaklah menunjukkan rasa kasih sayang terhadap isteri, sebagai teman hidup yang paling dekat.<br />
<br />
2.Hendaklah berlaku jujur dan setia terhadap isteri serta hindari daripada bersikap kejam terhadap isteri.<br />
<br />
3.Selesaikan dahulu jika ada perselisihan faham yang berlaku dengan isteri sebelum masuk tidur.<br />
<br />
4.Jangan mudah mengeluarkan perkataan talak kepada isteri.<br />
<br />
5.Ketika isteri hampir bersalin, suami digalakkan membaca doa berikut, “La ila ha illa anta subha naka inni kun tum minadzolimin” maksudnya “Tiada Tuhan yang disembah melainkan Engkau Maha Suci. Engkau Ya Allah, sesungguhnya aku termasuk di kalangan orang yang zalim”<br />
<br />
6. Suami hedaklah kerap solat sunat atau solat hajat dan mendoakan agar isteri dan anak dalam kandungan selamat.<br />
<br />
&#9829; Mengandung akan memberi tekanan terhadap wanita dari segi fizikal, ia harus menampung kandungannya, tubuh badannya bekerja lebih kuat. Jantungnya mengepam darah 40% lebih daripada keadaan biasa. Buah pinggangnya harus mengendalikan pembuangan kotoran bayinya. wanita mengandung juga mengalami perubahan emosi, maka tugas para suamilah yang menjaga hati para isteri &#9829;<br />
<br />
DORONGAN SUAMI SEMASA ISTERI BERSALIN<br />
<br />
Suami yang soleh akan turut merasakan penderitaan isterinya walaupun tidak secara langsung. Suami harus banyak terlibat dalam proses jagaan kehamilan, kelahiran bayi dan perhatian terhadap isteri. Suami hendaklah memberi motivasi kepada isteri agar tetap tabah dan bersabar, di samping itu suami harus banyakkan berdoa dan beristighfar dan selawat. Dengan cara ini perasaan isteri akan menjadi tenang dan mudah bersalin.<br />
<br />
Mengandung merupakan beban dan tekanan terhadap wanita. Dari segi fizikal, ia harus menampung kandungannya, tubuh badannya bekerja lebih kuat. Jantungnya mengepam darah 40% lebih daripada keadaan biasa. Buah pinggangnya harus mengendalikan pembuangan kotoran bayinya. Wanita mengandung juga mengalami perubahan emosi.<br />
<br />
Waktu pantang dan selepas kelahiran, bayi juga dapat menimbulkan tekanan jiwa dan emosi isteri kerana ia harus menyusu dan membersihkan bayi antara 2-3 jam setiap malam. Suami yang baik akan berusaha mengurangi beban isteri dan turut menjaga bayi di waktu malam.<br />
Begitu seterusnya perhatian dan tanggungjawab suami terhadap isteri itu berterusan, semenjak hamil sehinggalah menjaga anak adalah pekerjaan yang harus dibantu oleh suami agar isteri dapat merasakan kebahagiaan dan keringanan dalam menjalankan tanggung-jawab yang berat itu.<br />
<br />
* Korbankan ego dan nafsu anda seketika wahai suami-suami. Layan la isteri anda seelok-elok nya ketika dia mengandung kerana dia sedang mengandungkan zuriat anda, waris anda. Saya kagum dengan suami yang beralah/mengalah dengan isteri ketika isterinya mengandung. Sweetnya kalau si suami empaty dengan isteri...bukan sekadar simpati. <br />
<br />
* Ketika isteri sedang sarat/sedang berpantang, jangan la anda pula si suami menggatal dengan perempuan lain. Jagala emosi dan hati isteri anda. Dia bergadai nyawa melahirkan zuriat anda kemudian menjaganya siang malam. Makan/tidur terganggu sedangkan anda pula berseronok di luar dengan perempuan lain. Keluar makan, menonton wayang, shopping dll. Tidakkah anda si suami terfikir duit yang anda keluarkan untuk berfoya-foya itu adalah lebih baik di laburkan untuk anak-anak.</div>

]]></content:encoded>
			<category domain="http://www.sempoi.org/forum/islamic-religious-knowledge/">Islamic Religious Knowledge</category>
			<dc:creator>Hamlo</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://www.sempoi.org/forum/islamic-religious-knowledge/18692-peranan-suami-ketika-isteri-mengandung.html</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
